Puasa, Berkah dan Musibahnya bagi Kemanusiaan

24 Aug 2011

rame

Ramadhan tiba. Saatnya bagi umat muslim di seluruh dunia melaksanakan puasa, sebuah ibadah yang menjadi salah satu rukun dari keislaman. Hanya di bulan inilah mereka secara massal menahan lapar dan haus di siang hari dan banyak beribadah di malam harinya. Mulai terbit fajar mereka menahan lapar dan haus, tidak boleh ada satu makanan/minuman pun yang diizinkan ditelan sebelum terbenamnya matahari, tidak boleh juga berhubungan suami istri. Inilah satu-satunya ibadah yang mengharamkan sesuatu yang halal diwaktu yang lain. Sesaat setelah matahari terbenam barulah diizinkan apa yang diharamkan disiang hari. Tapi umat muslim hanya beristirahat sejenak, ibadah qiyamul lail (sholat tarawih) dan banyak membaca al-quran menjadi rutinitas selanjutnya.

Tetapi selain menciptakan hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhannya (hablum minallloh), Puasa juga menciptakan hubungan horizontal antar manusia (hablum minannas) secara luas, baik berkah dan sebagian kecil “musibah”.

BULAN BERKAH

  • Puasa menjadi berkah bagi banyak orang tanpa melihat apa agama mereka. Yang jelas terlihat adalah pedagang musiman, terutama makanan berbuka. Berbuka puasa banyak dijadikan saat mengistimewakan diri bagi sebagian orang, alih-alih mengistimewakan Ramadhan sebagai bulannya menahan diri. Diri yang sedari pagi tidak makan-minum apapun, saatnya menikmati hidangan istimewa saat berbuka. Aneka macam makanan lezat berjejer dipinggir jalan siap untuk dibeli dari para penjual.Banyak dari makanan-minuman yang dijual hanya ada saat puasa.Penjualnya bisa siapa saja, mulai dari ibu-ibu yang memang rutin berjualan sebelumnya, pedagang musiman yang tiba-tiba beralih profesi dari pekerjaan lain, hingga para mahasiswa yang mencari uang tambahan untuk mudik lebaran. Penjual dan pembelinya tentu tidak hanya mereka yang muslim.
  • Puasa juga menjadi berkah bagi pedagang-pedagang lain. Penjual pakaian muslim-muslimah, parfum khusus untuk sholat, pedagang kurma, pedagang sarung, dan lain-lain. Mendekati lebaran volume perputaran uang semakin besar. Pedangang kue, penjual alat dan bahan kue, pakaian baru juga wajib dibeli, pedagang sandal-sepatu. Baik Mall maupun pasar tradisional lebih ramai saat Ramadhan dan akan semakin ramai menjelang berakhirnya ramadhan, semua terkena berkahnya, ikut merasakan meriahnya dan menikmati keuntungannya.
  • Bulan ini juga menjadi berkah bagi orang-orang yang bergerak di bidang transportasi manusia dan barang. Tukang ojek tidak berhenti mengantar-jemput para pembeli, tukang parkir semakin sulit menampung uang ribuan dalam saku bajunya, sopir angkot selalu penuh, tukang becak juga tak berhenti berpeluh. Lagi-lagi, mendekati lebaran jutaan manusia perlu dipindahkan dari kota-kota menuju udik. Tibalah berkah bagi perusahaan-perusahaan transportasi besar, para pemilik armada bus dan pelayaran, perusahaan penerbangan dan angkutan lain. Secara langsung penjualan Bahan Bakar Minyak akan meningkat, semua kebagian tanpa peduli merekas muslim atau bukan, puasa atau tidak.
  • Penjual jasa juga tidak ketinggalan meraup rupiah. Artis-artis akan mendapat ratusan juta hingga milyaran rupiah saat mengisi Ramadhan dengan profesi mereka, penceramah-penceramah kondang hingga kelas kampung, para pembuat iklan televisi hingga pembaca doa di kuburan.
  • Para pemburu kuis hingga pengemis juga takluput dari berkah puasa. Orang-orang berburu kuis, mulai salam ramadhan hingga ngaBLOGburit, telepon sana sms sini berharap keberuntungan jatuh kepada dirinya. Tak ketinggalan para pengemis yang tiba-tiba bermunculan saat bulan puasa, oh.. Kemana saja kalian selama ini?! Tapi tidak apa, tidak akan ada yang akan melewatkan berkahnya puasa Ramadhan. Tidak perduli siapa dan apa agama kalian, bahkan jika tidak beragama sekalipun.

BULAN MUSIBAH

Sayang seribu sayang, diantara begitu massalnya berkah ramadhan tetap saja terselip musibah yang diakibatkan segelintir orang yang tidak bertanggung jawab.

Ada banyak berita tentang kafe atau diskotik yang dipaksa tutup bahkan dirusak.

Ada juga berita tentang penjual soto yang diserbu sekelompok orang dan dipaksa menutup dagangannya, bahkan hingga membanting dan merusak peralatan makan dan berdagang mereka.

Bagi mereka bulan ini terasa sebagai datangnya musibah. Musibah yang diakibtkan kepicikan pemikiran segelintir orang. Merasa bahwa puasa adalah bulan yang perlu dihormati dengan tidak membuka warung makan. Diamana hakikat menahan diri dari godaan jika semua godaan ingin engkau lenyapkan?!

Saudaraku..

Tidak kah kau menyadari bahwa puasa ini adalah bulan menahan diri dari amarah? Tidak kah engkau ingin meniru perilaku Nabi yang lemah lembut bahkan saat dirinya dicaci maki dan diludahi? Nabi yang engkau gembar-gemborkan sebagai suri tauladan, mungkin akan menangis melihat perilaku kasar kalian bahkan terhadap sesama muslim.

Bukankah perkataan yang baik dan lemah lembut yang diperintahkan Tuhanmu?

Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik [An-Nahl : 125]

Sungguh benarlah perkataan Nabimu:Segala Sesuatu yang ditangani dengan kelembutan pasti bertambah indah dan segala sesuatu yang tidak ditangani dengan kelembutan pasti bertambah buruk [Hadits Riwayat Muslim]

Tidak usah aku tuliskan betapa karena kekasaranmu orang akan memandang agama dan umat ini menjadi tidak baik.

Sungguh telah menjadi kewajiban untuk ber amar ma’ruf dan nahi munkar, mengajak kepada yang ma’ruf dan mencegah perbuatan yang munkar. Tapi apa salahnya si penjual soto hingga kau obrak-abrik dagangannya? Tidak semua orang di tempat itu adalah muslim, jika pun muslim mungkin saja diantara mereka ada yang tidak berpuasa karena musafir atau karena sakit. Masih banyak orang yang butuh makanan disiang hari, sebagian lain butuh hiburan dimalam hari. Jika engkau merasa ini adalah salah, tugasmulah menasehati dengan kata-kata yang baik, bukan dengan kemarahan yang justru mencelakakan saudara sendiri.

Jika kata sudah tak diturut, cukuplah engkau ingat bahwa tidak ada paksaan dalam agama ini. Tunaikan kewajiban untuk menasehati, selebihnya Tuhan membebaskan manusia dengan banyak pilihan. La iqroha fiddin… Tidak ada paksaan dalam agama ini.

Semoga di lain Ramadhan, semua akan menjadi berkah tanpa harus ada musibah.





TAGS ngaBLOGburit


-

Author

Follow Me