2012 dan Ketakutan-Ketakutan

3 Jan 2012

Antri Bensin

Menyambut tahun baru 2012 ini, ada hal berbeda yang saya rasakan. Bisa jadi karena saya tidak berkesempatan melakukan liburan akhir tahun atau karena sebab lain.

Di gegap gempitanya selebrasi pergantian tahun, entah mengapa saya seperti seorang outsider yang memandang dari luar saja, tanpa ada niat dan minat untuk terlibat. Tidak ada rasa lega ketika waktu telah mengubur 2011 di ranah sejarah dan membawa saya ke 2012. Adakah yang aneh dengan saya? Entahlah. Tapi ada beberapa hal yang membuat saya mengoreksi jalan fikiran saya yang tahun-tahun kemarin ikut memeriahkan pergantian tahun.

Bagian mana yang harus saya rayakan?

Di 2011 rasanya semua apa yang saya rencanakan bisa berjalan dengan baik, hanya sedikit saja cita-cita yang belum tercapai, sedikit, sedikit sekali. Mungkin ‘hanya’ bagian ini yang saya rasa pantas untuk dirayakan. Selebihnya?

2012 membawa ketakutan-ketakutan tersendiri buat saya, sedikit banyak ini mempengaruhi cara saya menyambut kedatangannya. Ketakutan-ketakutan ini bersumber dari pengamatan sehari-hari saja sebenarnya.

Pertama, saya befikir bahwa pergantian tahun hanya masalah pergantian waktu saja, pergantian jam, pergantian tanggal yang sebenarnya terjadi setiap hari. Dan bukankah pergantian waktu justru membuat kita semakin tua, semakin dekat dengan kematian? Apakah saya takut menjadi tua atau takut mati? Mungkin.

Kedua, seiring berjalannya waktu saya tidak melihat bangsa ini menjadi semakin baik, tapi sebaliknya. Jika beberapa tahun silam saya masih berani menaruh harapan kepada beberapa orang pemimpin dan orang-orang penting bangsa ini, tahun ini saya benar-benar merasa kehilangan kepercayaan kepada mereka semua. Kasus-kasus hukum yang tidak masuk akal semakin banyak membuka kedok orang tidak amanah di negri ini.

Krisis energi. Saat ini saya bahkan merasa kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk kendaraan saya, jika ada, saya biasanya harus masuk dalam antrian yang sangat panjang. Listrik hampir setiap hari byar-pet, demikian juga tabung gas elpiji 3kg. Apakah saya sudah merasakan dampak krisis energi secara prematur atau ini hanya kesalahan kecil dari sistem distribusi? Entahlah.

Krisis moral. Yang ini tampaknya butuh waktu lama untuk dikurangi, sebaliknya tiap hari kita melihat manusia-manusia yang semakin tidak perduli, jangankan terhadap orang lain, bahkan terhadap dirinya sendiri. Parahnya ada banyak manusia yang punya niat jahat kepada manusia lain untuk mencapai tujuannya, entah atas nama keyakinan atau yang mengatas namakan perut.

Cuaca dan Bencana. Kadang saya merasa bumi ini sudah terlalu panas untuk dihuni, iklimnya semakin tidak menentu. Tahun ini pohon durian di belakang rumah bisa berbuah tiga kali, saya bisa katakan durian ada sepanjang tahun ini, padahal mereka normalnya hanya berbuah satu kali setiap tahun. Gunung-gunung sudah bersiap-siap, banjir dan gempa juga diprediksi masih mengancam. dan kita harus sepakat, semakin tahun bumi ini semakin tidak nyaman untuk dihuni. Dan ancaman krisis pangan pun menghadang.

Jadi bagian mana yang harus saya rayakan untuk 2012 ini?

Diluar itu, kita tetap harus semangat dan optimis menghadapi setiap kemungkinan. Ketakutan ini, mudah-mudahan tidak membuat saya dan kita justru menjadi lemah, tapi sebaliknya, berusaha dengan keras dan bersungguh-sungguh untuk berbuat yang terbaik sesuai dengan bidang masing-masing.


TAGS


-

Author

Follow Me