Hidup Dari Masalah

4 May 2012

d0c75fa40bb56bfbcce83c876ba65f1f_masalah

Saat anda membaca tulisan ini ada satu hal yang paling tidak harus anda syukuri terlepas dari apapun masalah anda hari ini; anda hidup. Oke, walaupun tidak semua manusia hidup dapat membaca ini, tapi yakinlah siapapun yang membaca ini pasti masih hidup dan tetap ingin bertahan hidup dengan cara apapun.

Ya, ada banyak cara manusia mempertahankan hidup terlepas dari perbedaan definisi hidup itu sendiri bagi banyak manusia. Buat mereka-mereka yang menggantungkan hidupnya dari belas kasihan orang lain, hidup adalah saat mereka bisa mendapatkan makanan hari itu dan punya cukup tenaga untuk mengais rejeki esok harinya. Bagi yang lain, hidup adalah saat mereka bisa menikmati apa yang mereka dapatkan sekaligus memberi kepada yang memerlukan. Demikian adanya dengan manusia lain dalam mengartikan hidup adalah berbeda.

Nah, sekarang tentang cara mempertahankan hidup. Karena secara umum untuk mempertahankan hidup adalah dengan memiliki pengasilan, maka sesungguhnya banyak orang bisa bertahan hidup bahkan mensejahterakan hidupnya dari masalah, penderitaan, musibah atau bahkan bencana yang menimpa orang lain.

Dokter misalnya, bertahan hidup dengan sakitnya orang lain. Tukang tambal ban mendapat penghasilan jika ada orang susah payah mendorong sepeda motornya yang bocor. Tukang servis AC, tempat pencucian mobil, tukang pijat, psikolog, dukun, dan banyak lagi orang yang memperoleh penghasilan untuk bertahan dan menyambung hidup dari masalah orang lain, termasuk pengusaha rumah makan sekalipun membutuhkan orang yang lapar untuk menghidupi diri dan keluarganya.

Tapi terkadang, ada banyak orang yang sedang menuju ke profesi tersebut, profesi yang mereka cita-citakan (kecuali tukang tambal ban, mungkin) kadang menghindar dari masalah yang mereka temukan di depan mata dimana masalah tersebut sebenarnya yang akan menghidupi mereka nantinya.

Calon psikolog yang memilih kabur saat melihat temannya yang terkenal tukang curhat hanya karena tidak mau buang-buang waktu mendengar curhat yang dianggap tidak penting. Calon guru yang memasang muka masam ketika anak tetangga sekedar minta diajarkan cara menyelesaikan tugas metematikanya. Siswa SMK jurusan TKJ (Teknik Kompter dan Jaringan) yang hanya ingin menggunakan komputer yang siap pakai dari pada mencoba memperbaiki komputer yang yang terlihat bermasalah. Ini siswa saya sendiri.

Letak masalahnya sebenarnya sederhana.

Pertama, orang-orang ini hanya bersedia melakukan sesuatu jika mendapat imbalan materi. Orang yang hanya bergerak dan tergerak dengan imbalan. Kedua, mereka-mereka ini sebenarnya adalah pemalas-pemalas yang tidak ingin hidup dengan bersusah payah. Tidak menyadari bahwa setiap masalah tidak harus dipandang sebagai masalah tetapi sebagai suatu sarana mengembangkan ilmu dan pengetahuan yang bisa jadi berguna untuk menghidupi diri mereka.

Orang-orang yang memang mempersiapkan diri untuk bertahan hidup dengan menghadapi masalah orang lain seharusnya berlatih dan melatih diri dengan baik, bukan sebaliknya melarikan diri dari apa yang akan menghidupi dan menjadi profesi mereka di masa datang.

Bayangkan seorang dokter tanpa ada yang sakit, teknisi komputer tanpa komputer rusak, guru tanpa yang diajarkan.

Jika anda bercita-cita menghidupi diri melalui masalah yang ada pada manusia lain, maka mulailah untuk menghadapkan diri anda dengan masalah. Karena masalah-masalah kecil atau besar yang ada di sekeliling anda mungkin akan menjadi sumber penghidupan anda jika anda punya cara profesional untuk memecahkan dan menyelesaikannya!


TAGS


-

Author

Follow Me