Merdeka atau Lebaran..!!

17 Aug 2012

2c614e00375c4cff627fd91a8a07e031_merdeka

Hari ini 17 Agustus harusnya menjadi salah satu hari penting untuk bangsa indonesia. Tepat 67 tahun yang lalu sang Proklamator membacakan teks proklamasi sebagai penanda sejarah baru bagi bangsa ini. Indonesia merdeka. Dan kemudian yang terjadi selanjutnya adalah riuh rendah pekik kemerdekaan di penjuru negri, sorak sorai kegembiraan seperti menyambut hari yang sangat ditunggu-tunggu, kemerdekaan!

Saat itu sama seperti sekarang, hari jumat dan di bulan puasa di hari ke-9 (Bukan ke-17 seperti kebanyakan pendapat saat ini). Entah apakah di tengah lapar dan haus yang menghinggapi serta semangat setelah proklamasi rakyat Indonesia juga berfikir untuk mudik, membeli pakaian baru atau sekedar menyiapkan kue lebaran saat itu. Entahlah, tidak banyak yang saya bisa ketahui tentang suasana lebaran pada awal kemerdekaan.

Dan inilah kita di tahun 2012, 67 tahun sesudah masa itu. Mata saya tidak banyak menangkap geliat-geliat perayaan kemerdekaan dari sebelum hari ini. Apalagi hari ini, saat lebaran hanya menjelang 2 hari lagi.

Beberapa tanda yang mengingatkan saya bahwa ini adalah bulan agustusan hanya para penjual bendera dan umbul-umbul yang sepi pembeli di pinggir-pinggir jalan sepanjang bulan ini. Selebihnya nyaris tidak ada yang menyinggung atau membicarakan kemerdekaan dalam sekedar obrolan pun.

Di (masyarakat) bawah sini, perayaan kemerdekaan terlihat menjadi nomor sekian setelah keinginan untuk berlebaran secara sempurna; mudik, baju baru, makanan enak, dan seterusnya. Kebetulan, saya nyaris setiap hari masuk atau sekedar lewat pasar. Jalanan macet semenjak semingguan yang lalu. Riuh pedagang dan pembeli tawar-menawar harga. Semangat 45 digantikan dengan semangat memburu keperluan lebaran.

Dan hari ini saya melihat kendaraan berkonvoi. Tidak membawa bendera, tidak ada teriakan merdeka atau sorak gembira lagu perjuangan. Konvoi yang seragam di daerah saya. Kendaraan roda dua yang ditumpangi ibu-ibu atau diboncengi ibu-ibu dengan 1 tujuan: pasar.

Pasar pagi ini telah ramai sejak subuh. Penjual daging menggantungkan daging berjejer-jejer sehingga tampak seperti umbul-umbul kemerdekaan di mata saya. Tapi saya ragu apakah mereka-mereka semua civitas pasar ini sekedar ingat kalau hari ini adalah 17 agustus, hari ulang tahun bangsa ini? Entahlah. Perayaan kemerdekaan telah sedikit banyak tertutup oleh euforia lebaran, lebaran dan lebaran.

Buat mereka, sepanjang pengamatan saya, merayakan kemerdekaan itu sederhana. Cukup pasang 1 bendera didepan rumah dan selesai.

Dirgahayu Indonesiaku. Hanya ingatan kecil berbentuk tulisan ini yang bisa saya persembahkan. Karena setelah ini sayapun harus bersiap menyambut lebaran

Lebaran dan merdeka..!!


TAGS


-

Author

Follow Me