Terios 7 Wonders, Menembus Pagar Buatan Alam

27 Nov 2012

Persiapan matang selesai, hari keberangkatan tiba. 12 Oktober 2012 menjelang tengah malam petualangan dimulai dengan menuju penyeberangan Merak-Bakaheuni. Saatnya tim petualang Terios 7 wonders beraksi. Di depan mereka terbentang tidak kurang 3.300 km jalan yang harus dilalui. Sebuah jarak yang bukan main-main untuk menjajal kemampuan dua unit mobil sahabat petualang,Terios TX-AT dan satu unit Terios MT.

Perjalanan para petualang kita kali ini membelah pulau Sumatera. Spot-spot produsen kopi menjadi tujuan persinggahan, sesuai dengan tema petualangan ini, Sumatera Cofee Paradise.

Tanaman kopi yang identik dengan dataran tinggi menjadikan petualangan ini semakin seru. Lihat saja sebagian besar rute yang ditempuh, dengan mengambil bagian sisi barat pulau Sumatera maka Tim Terios 7 Wonders seolah melengkapi tantangan perjalanan kali ini dengan mencoba menghadapi langsung keganasan jalan sekitar Bukit Barisan.

13 Oktober, destinasi produsen kopi pertama, Liwa, disinggahi. Perjalanan menuju Liwa -sebagaimana ditulis Tim Terios 7 wonder- yang merupakan wilayah pegunungan ditempuh melalui kawasan Bukit Kemuning, dengan ragam jalan yang didominasi oleh tikungan pendek disertai oleh tanjakan terjal. Kondisi jalan inilah yang menuntut tim untuk pandai-pandai melakukan perpindahan transmisi. Beberapa kali shifter matik Terios AT berpindah dari D-3 ke 2. Sementara untuk yang manual dari 4 ke 3. Di Liwa ini tim Terios 7 wonders pertama kali mencicipi nikmatnya kopi luwak khas daerah ini.

Destination: Liwa

Destination: Liwa

Uji ketangguhan Terios sebagai mobil sahabat petualang berlanjut dengan memasuki provinsi Sumatera Selatan. Berbeda dengan provinsi lain, tidak tanggung-tanggung, ada empat destinasi produsen kopi yang disinggahi di provinsi yang satu ini yaitu perkebunan kopi sekitar Danau Ranau, Lahat, Pagaralam dan Empat Lawang.

Dimulai dengan menaklukan rute ke Danau Ranau tanggal 13 Oktober, sebuah danau berudara dingin yang khas. Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Kabupaten Lahat. Kopi menjadi suguhan wajib di setiap titik persinggahan.

Lewat tengah hari 14 Oktober, tim Terios 7 Wonders bergerak meninggalkan Kabupaten Lahat, bersiap menaklukan jalan menuju kota Pagaralam. Ada kebanggan tersendiri melihat kota kampung halaman menjadi persinggahan tim Terios 7 wonders. Perjalanan menuju Pagaralam memaksa Tim Terios 7 wonders mengeluarkan kemampuan sebenarnya dari tiga unit Terios yang menjadi tunggangan mereka, lebih dari sebelumnya.

Pagaralam, sebuah kota yang terletak di ketinggian 1000m dari permukaan laut mempunyai julukan kota perjuangan, karena di kota inilah perlawanan terpanjang dalam sejarah perjuangan Sumatera Selatan melawan penjajah. Sebenarnya selain kopi, Pagaralam juga ditanami ratusan ribu hektar perkebunan teh. Kota ini juga terkenal sebagai penghasil sayuran segar. Selain itu Pagaralam juga sebuah kota prasejarah, bukti-bukti peninggalan nenek moyang dari jaman prasejarah banyak tersebar di kota ini. Tidak diketahui dari mana nama Pagaralam berasal, tapi jika kita berada di ketinggian dan melihat berkeliling, Pagaralam seperti sebuah dataran yang dipagari bukit barisan. Kemana mata memandang akan terlihat bukit-bukit menjulang seolah memagari kota ini tanpa celah, puncak dari kemegahan itu adalah gunung Dempo yang berdiri kokoh di sebelah barat.

Melihat kondisi geografis yang demikian, tidak ada pilihan lain bagi siapapun termasuk tim Terios 7 wonders bersama mobil sahabat petualangnya untuk memasuki kota ini kecuali harus menembus pagar dari susunan bukit-bukit keluarga bukit barisan tersebut. Maka ketangguhan Terios diuji bukan hanya dengan tikungan yang berbalik 180 derajat, tapi juga dikombinasi dengan tanjakan curam dan jalan sempit yang terletak di tepian jurang, sekaligus!

Tapi seagaimana ditulis tim Terios 7 Wonders, Walaupun penuh dengan penumpang dan barang bawaan, ternyata ketiga terios yang terdiri dari 2 tipe matik dan 1 manual berhasil mengatasi tantangan jalanan ini. Asyik!

Menyusuri Bukit di Tepian Jurang

Menyusuri Bukit di Tepian Jurang

Wajar jika semua kondisi jalan mampu dilahap kendaraan satu ini. Terios adalah kendaraan berslogan “Mobil Sahabat Petualang“. Tentu ini bukan sekedar slogan tanpa isi. Kemampuan Terios untuk dibawa memenuhi hasrat petualangan jalanan bukan sembarangan. Terios memiliki 7 keajaiban (7 wonders) yang menjadikannya sebagai sahabat petualang sejati, yaitu:

1. The Only 7 Seater SUV, Terios saat ini merupakan satu-satu nya mobil SUV (Sport Utility Vehicle) yang menyediakan7 tempat duduk. Sangat cocok digunakan sebagai mobil keluarga.

2. Easy Access Entertainment, Terios sudah dilengkapi dengan system pengoperasian audio yang ada pada stir kemudi, yang memudahkan semua penumpang menikmati hiburannya.

3. Tough Style, dengan penampilan yanggagah, Sangat cocok bagi jiwa petualang sejati.

4. City Cruiser, High Ground Clearance. Dijamin pengendara Terios akan tetap merasa nyaman walaupun jalan yang dilalui tidak rata dan bergelombang.

5. Easy Handling. Karena telah dilengakapi dengan teknologiElectric Power Steering, anda tidak perlu mengeluarkan tenaga dalam jumlah besar untuk mengemudikannya.

6. Optimal Comfort Suspension. Dengan keunggulan ini pengemudi Terios merasa nyaman dalam berkendara.

7. Excellent Strength. Dengan menggunakan Mesin 3SZ-VE DOHC VVT-I 1.495cc Terios Makin tangguh cocok digunakan untuk perjalanan jauh.

Sebagaimana kota penghasil kopi lainnya, suguhan wajib saat bertamu di salah satu kota penghasil kopi terbesar di Sumatera inipun sama, kopi. Kopi menjadi suguhan awal pembuka silaturahmi. Kombinasi udara dingin pegunungan dengan hamparan perkebunan teh dan secangkir kopi panas menciptakan suasana yang tak terlupakan di kota ini.

Sayang karena jadwal perjalanan yang padat, persinggahan tim Terios 7 Wonders di kota inipun cukup singkat. Terhitung hanya 2 hari 1 malam saja. Walaupun demikian, tujuan untuk mengeksplorasi kopi dan cita rasanya di Pagaralam terpenuhi sudah.

Saatnya perjalanan berlanjut. Tidak mudah untuk masuk, demikian untuk keluar dari Pagaralam. Tapi Terios dengan 7 keajaiban sebagai sahabat petualang mampu mengatasinya dengan baik.

Jalan menuju Kabupaten Empat Lawang via desa Jarai Pendopo sebenarnya cukup baik. Hanya saja tidak begitu lebar dan rutenya berkelok-kelok. Butuh kehati-hatian agar tak terjadi kecelakaan. Kondisi jalanan sendiri relatif sepi dengan pemandangan hutan di kanan dan kirinya. Karena kecepatan yang bisa diraih tak bisa terlalu kencang, maka waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan jarak tempuh kurang lebih 121,6 km sekitar 3 jam, demikian seperti ditulis tim Terios 7 wonders.

Menuju Empat Lawang

Selamat Jalan dari Pagaralam.

Perjalanan masih panjang menuju ujung Sumatera. Tidak hanya menjajal ketangguhan Terios sebagai Mobil sahabat petualang untuk mengunjungi spot-spot penghsil kopi, tim juga melengkapi perjalanan ini dengan kegiatan sosial. Mulai dari aksi peduli sesama hingga berkurban dengan 3 ekor sapi.

Cerita perjalanan lengkap dari tim Terios 7 wonders bersama Terios, mobil sahabat petualang dapat dinikmati di sini.


TAGS Mobil Sahabat Petualang


-

Author

Follow Me