Selamat Tinggal Ramalan 2012!

1 Jan 2013

semangat

2012 bisa dikatakan sebagai tahun yang diliputi ramalan, terutama ramalan akan terjadinya kimat di penghujung tahun. Walaupun banyak orang yang membuat prediksi tentang apa yang akan terjadi di tahun berikutnya pada setiap menjelang pergantian tahun, tapi ramalan tentang kiamat 2012 adalah yang luar biasa menghebohkan. Terlebih setelah film berjudul 2012 dirilis pada tahun 2009 lalu.

Prediksi tentang kehancuran massal di 2012 muncul pertama kali ke permukaan 1987. Pencetusnya adalah seorang hippies, Jose Arguelles yang menulis buku The Mayan Factor, yang berisi klaim mistis penetapan 21 Dsesember 2012 sebagai hari berakhirnya dunia. Sebelum itu, pada tahun 1975, Timeline Zerro yang memprediksikan kiamat di tanggal dan waktu yang sama ditulis oleh Terence McKenna. Hanya saja McKenna mengklaim bahwa ketetapan itu adalah hasil perhitungannya sendiri.

Salah satu pemicu kehebohan tentang kiamat 2012 tentu saja adalah film 2012. Setelah diputar massal pada tahun 2009, film yang disutradarai Roland Emmerich ini seolah menanamkan anggapan bahwa akan terjadi sesuatu yang luar biasa di tahun 2012. Setelah itu dunia maya pun ramai membahas topik-topik yang berkaitan dengan 2012. Sebagian terlihat percaya, sebagian khawatir tapi banyak juga yang tidak perduli.

Selain Jose Arguelles -yang menurut para ahli telah mempelesetkan perhitungan kalender suku maya menjadi ramalan datangnya kiamat- beberapa prediksi lain tetang 2012 juga muncul. Sebut saja Jhon Titor, yang di dunia maya dikenal sebagai penjelajah waktu. Terlepas dari asli atau tidaknya ramalan-ramalannya yang lain yang kabarnya terbukti benar, di dunia maya juga beredar prediksinya tentang 2012. Menurutnya, katastrop pada 2012 merupakan puncak fenomena alam yang saat ini (tahun 2001) mulai terjadi. Tahun 2012 bukan kiamat, tetapi apa yang terjadi saat itu akan menyebabkan korban mahluk hidup yang sangat besar.

Yang juga tidak kalah mengerikan, khususnya bagi yang tinggal di Indonesia adalah prediksi yang dikatakan Mama Lauren, penghujung 2009 lalu. Dengan jelas dia meramalkan pergeseran poros bumi yang bukan saja akan menyebabkan gempa dahsyat tapi juga menghilangkan 40% populasi Indonesia.

Maka jika 2012 menjadi tahun terheboh tentang kiamat, Desember 2012 menjadi puncak dari semua itu. Banyak yang mulai panik, ketar-ketir bahkan bertindak di luar akal sehat. Pergi ke tempat tertentu untuk menyambut kiamat. Detik.com bahkan menulis berita bahwa menurut survey, 20% rakyat Amerika percaya sesuatu yang luar biasa/kiamat akan terjadi Desember ini. Masih dari detik, berita tentang kepanikan di Cina berkenaan dengan kiamat 2012 juga sempat menjadi topik hangat dalam beberapa hari. Beberapa pengusaha justru menjadikan isu ini sebagai sarana mencari keuntungan.

Nyatanya hingga hari ini, 1 Januari 2013 nyaris tidak terjadi apa-apa. Tidak ada satupun dari ramalan-ramalan tersebut yang terbukti benar. Walaupun terjadi beberapa bencana seperti badai, banjir, tanah longsor dan lain-lain, tapi skala kehancuran yang ditimbulkannya bukanlah yang terburuk dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Bukan saya ingin menterjemahkan nyawa manusia dalam angka-angka, tetapi secara kuantitas kematian akibat bencana, tidak ada satu bencana pun yang yang menimbulkan korban hingga jutaan manusia dalam kejadian yang cepat. Intinya, sampai hari ini ternyata kita tetap baik-baik saja.

2012 telah mengajarkan bahwa Tidak ada satu orang pun yang dapat meramalkan secara tepat apa yang akan terjadi baik itu bencana alam apalagi kiamat di masa yang akan datang. Saatnya kita berfikir dan bekerja lebih cerdas. Menggantungkan kepercayaan kepada ramalan buruk hanya akan membuat langkah kita selalu diiringi ketakutan yang tidak jelas. Belajar dari 2012, inilah saat yang tepat untuk optimis berusaha. Melakukan yang terbaik dan biarkan Tuhan yang memutuskan bagaimana akhirnya usaha dan kerja keras kita.

Alam memang semakin tidak bersahabat, karena itu mari mulai untuk perduli dengan lingkungan sekitar. Jika belum mampu melakukan perbaikan, cukuplah menjaga diri dari berbuat kerusakan lingkungan.

Pun manusia semakin mudah merasa terasing, tidak diperdulikan, berbeda dan merasa lebih unggul dari yang lain. Semakin beringas tak terkendali. 2013 adalah saat yang tepat untuk mulai perduli dengan sesama. Saling menjaga dan menghindarkan diri dari hal-hal yang memicu konflik akan membuat kehidupan lebih menentramkan.

Ketidakperdulian terhadap lingkungan, konflik dengan sesama manusia dan jauhnya manusia dari Tuhan, itulah yang akan secepatnya mendatangkan kiamat yang sebenarnya.


TAGS


-

Author

Follow Me