Takjil Favorit, Antara Nafsu dan Kesehatan

16 Jul 2013

Bicara tentang puasa tentu tidak bisa lepas dari yang namanya takjil atau menu berbuka puasa. Lihat saja di mana-mana ada banyak penjual takjil dadakan. Mulai dari yang bertempat khusus dan ramai seperti pasar bedug atau penjual-penjual takjil di emperan toko sampai rumahan. Dan di rumah-rumah, makanan yang sebelumnya tidak atau jarang dibuat akan segera dibuat oleh ibu-ibu demi memanjakan lidah keluarga mereka.

Tentu setiap orang akan punya pilihan takjil favorit mereka, termasuk saya.Saya akan bagi takjil favorit saya ini dalam 4 (empat) masa.

:-)

1. Masa Kemanjaan

Hidup sederhana bersama orang tua membuat menu takjil yang biasapun menjadi sangat istimewa. Kolak pisang adalah contohnya. Saat tidak puasa, bisa dikatakan jarang sekali ibu membuat kolak pisang. Karena itu hampir dapat dipastikan, hari pertama puasa kita sekeluarga akan berbuka dengan kolak pisang. Dan di antara puluhan hari-hari puasa selanjutnya, tetap saja si kolak pisang ini akan menjadi favorit. Saya akan dengan lahap menghabiskan 1 mangkuk sebelum magrib, seporsi lagi sepulang tarawih dan tetap saya cari lagi ketika bangun sahur sebelum makan nasi, kalau belum dihabiskan adik-adik saya.

2. Masa Perantauan

Harus sekolah di luar kota dan menjadi anak kost membuat pilihan takjil favorit berubah lagi. Cuaca yang panas di kota ini membuat pilihan favorit saya jatuh ke es cendol. Karena es cendol paling mudah didapatkan dan harganya juga sesuai dengan kantong anak kost seperti saya. Tidak ada yang bisa mengalahkan rasa nikmat menghabiskan es cendol bagi seorang anak kost yang pas-pasan. Ya, oke.. mungkin ada yang mengalahkan, tapi tentu tidak nikmat di kantong. Sayangnya itupun tidak bisa banyak, hanya sebungkus saja, beli di warung. Karena anggarannya harus dipikirkan untuk makan malam dan kehidupan selanjutnya sebelum mudik lebaran.
:D

3. Masa Kegelapan

Setelah bisa menghidupi diri sendiri dan orang lain, pilihan takjil favorit juga ikut berubah. Yang penting enak dan memuaskan nafsu lapar. Selain kurma, yang sangat menjadi favorit dan paling mudah didapatkan/dibuat adalah tahu goreng isi dicelup cuka empek-empek. Sebelum magrib saya bisa-bisa menghabiskan 5-6 potong tahu. Untuk minuman, tidak ada yang lebih nikmat selain air kelapa muda, ditambah gula aren dan sedikit santan. Dengan es batu tentu saja. Selain itu jalan ke pasar bedug adalah acara favorit sebelum berbuka puasa. Asal ada yang terlihat unik, manis, nikmat pasti dibeli. Tapi tetap saja sebanyak apapun takjil lain yang dipersiapkan tau dibeli, harus ada tahu goreng isi dicelup cuka empek-empek.

4. Masa Tercerahkan

Setelah ibu divonis diabetes maka sayapun mulai berfikir dan belajar banyak hal dalam memilih makanan-makanan sehat, termasuk takjil. Saya mulai mengurangi makanan berlemak seperti goreng-gorengan dan minuman yang terlalu manis penuh gula. Selain itu menurut apa yang saya baca dan saya dengar dari teman-teman saya yang lebih dahulu tercerahkan, pemilihan menu takjil yang tepat itu penting untuk mengembalikan stamina tubuh yang terkuras dan menjaga kesehatan tubuh selama ramadhan. Selain tidak mau apa yang saya lihat pada ibu juga saya alami, saya juga mulai berfikir untuk tetap sehat.

Maka pilihannya sekarang bukan saja apa yang diinginkan berdasarkan nafsu karena lapar, tapi juga harus difikirkan apa yang memang dibutuhkan oleh tubuh.

Takjil favorit saya sekarang adalah buah-buahan. Yang paling mudah didapatkan di sini adalah pepaya, melon, semangka atau apel. Setelah itu adalah air putih dan minuman untuk menjaga kesehatan pencernaan. Baru makan agak berat setelah tarawih sekitar 1-2 jam sebelum tidur.

Baca deh anjuran berbuka dengan buah di detikFood ini

Takjil favorit, mestilah yang sehat. Saya makan buah. Bagaimana takjilmu?


TAGS ngaBLOGburit


-

Author

Follow Me