Berbuka, ya Bersama

19 Jul 2013

e8c41c83260cc1678004607b2594a726_dsc00646

Salah satu moment paling dinanti saat bulan puasa adalah saat tibanya waktu berbuka. Apalagi kalau bukan itu? Setelah menahan haus dan lapar belasan jam, rasanya tidak ada lagi yang lain yang patut ditunggu selain tanda untuk segera makan dan minum dibolehkan. Bisa dengan suara azan, atau sirene atau bedug, atau kentongan mungkin.

Setelah saya ingat-ingat, hampir 100% alias setiap hari, berbuka puasa saya selalu berbuka puasa bersama (buber). Rasanya tidak pernah sama sekali saya berbuka sendirian. Di rumah saya berbuka dengan keluarga, di luar saya berbuka dengan teman-teman atau memenuhi undangan acara buber di berbagai tempat dengan berbagai tema, masjid, pondok pesantren, sekolah dan sebagainya. Selalu bersama, kan?

Dulu-dulu rasanya ada pernah berbuka sendirian saat pulang mudik naik kendaraan umum. Ah, tapi itupun berbuka bersama dengan penumpang-penumpang lain. Walaupun hanya sekedar berbagi butiran kurma atau makanan kecil di tengah kendaraan yang sedang melaju, tetap saja itu buka puasa bersama namanya.

Dari sekian model buka bersama yang saya lalui setiap hari, tentu banyak manfaat yang bisa dirasakan.

1. Menumbuhkan rasa cinta

Saat dengan keluarga, ayah, ibu dan saudara-saudara menikmati masakan ibu maka yang timbul adalah rasa cinta dengan keluarga ini. Pada ibu yang telah berfikir keras untuk menyuguhkan hidangan di tengah susahnya menghitung anggaran belanja rumah tangga. Ayah yang selalu terlihat tersenyum dan saudara-saudara yang selalu menghangatkan susana. Indah, tidak ada yang menandingi indahnya berbuka bersama keluarga.

2. Mempererat silaturahmi

Kadang hanya dalam bulan puasa ini kita bisa bertemu dengan teman-teman yang sudah lama terpisah jauh. Oke, ada sms, BBM atau aplikasi messanger lain untuk menghubungkan kita dengan mereka. Tapi saat bersama secara fisik, saling melihat senyum secara langsung dan berbagi cerita hidup dari tempat yang jauh sembari menikamati hidangan berbuka sungguh berbeda dari sekedar komunikasi jarak jauh. Selain itu ada juga acara buka bersama alumni, buka bersama kelompok pengajian, buka bersama lain-lain yang mempertemukan kita dengan orang-orang yang sudah lama tidak bertemu. Eratlah silaturahmi sesudahnya. Berkah..

3. Berbagi dengan yang lain, menumbuhkan empati

Ada juga acara buka bersama yang saya ikuti yang meilbatkan atau mengundang anak-anak yatim, misalnya. Di saat seperti ini, bisa menyaksikan mereka dengan lahap menyantap makanan yang bisa jadi jarang sekali mereka nikmati adalah juga sebagai sarana menumbuhkan rasa empati, kepedulian kita dengan keadaan sekitar, dengan orang-orang yang kondisinya ada di bawah kita. Sayangnya kadang acara-acara seperti ini justru menjadi ajang pencitraan bagi orang-orang yang haus jabatan dan popularitas, kan?

:D

4. Berbagi pahala

Ingat suatu hadits yang menerangkan bahwa memberi makanan berbuka walaupun hanya sebutir kurma atau seteguk air putih, akan membuat si pemberi mendapatkan pahala puasa yang sama seperti orang yang diberi, tanpa ada yang dikurangi. Bayangkan jika kita bisa mengajak banyak orang untuk menikmati makanan berbuka hasil jerih payah kita sendiri, pasti lebih banyak lagi pahala yang akan diperoleh.

Berbuka itu, ya Bersama, berbagi, berpahala..
:)
Selamat berbuka!


TAGS ngaBLOGburit


-

Author

Follow Me