• 19

    Apr

    PAIJO MERDEKA

    Siang itu Paijo keluar gerbang sekolah dengan sedikit membusungkan dada dan mengangkat kepala lebih tinggi dari biasanya, terutama tiga hari ini. Jika akhir-akhir ini pak satpam melihat paijo berjalan dengan sedikit lemas dan menunduk kepala, ini hari Paijo terlihat berbeda. Muka seadanya dengan hiasan jerawat dan tahi lalat salah tempat itu terlihat cerah dengan senyum yang diganteng-gantengin, mirip-mirip dengan senyum Mr Bean saat memamerkan kartu kredit pertamanya dulu. Paijo benar-benar terlihat lega dan jumawa dari luar, sementara di dalam hatinya dia merasa seperti pahlawan baru menang perang, dan saat itu dia benar-benar merasa ganteng, saudara-saudara! Alasannya Cuma satu, hari ini berakhir sudah beban beratnya selama ini. Beban yang selama tiga tahun ini berkumpul di satu kata b
  • 10

    Feb

    Lebih Dekat Dengan Kematian

    Menjelang malam kemarin, seorang teman menulis sesuatu di beranda facebooknya. Sebuah berita duka, kabar tentang meninggalnya sahabat yang tinggal di tempat yang jauh. Tidak cukup sampai disitu, teman saya ini menulis sebuah puisi perpisahan untuk sahabatnya tersebut, di sebuah komunitas tulis menulis. Saya seperti biasa, tidak terlalu tertarik dengan puisi. Yang membuat saya tertarik justru tautan ke beranda orang yang baru saja meninggal tersebut. Segera saya pergi ke alamat dimaksud dan mulai melihat-lihat. Seorang laki-laki muda dan gagah 30an tahun dengan senyum yang sangat ceria, didampingi seorang istri yang cantik dan anak laki-laki yang masih balita. Satu per satu ucapan bela sungkawa bermunculan di berandanya yang memang tidak terkunci. Sebuah kematian yang dianggap tiba-tib
  • 20

    Nov

    Presiden ke Rumah Kami

    Entah mimpi apa tiba-tiba kami mendapat kabar bahwa besok Presiden akan berkunjung ke rumah. Istri saya kaget bukan kepalang dan sedikit bingung saat mendengar kabar itu, tapi saya sebaliknya, tenang-tenang saja. Apalagi intruksi dari kecamatan mengatakan bahwa ini kunjungan rahasia, kunjungan yang tidak boleh diketahui orang-orang tidak penting dan tidak berkepentingan seperti misalnya tetangga-tetangga saya. Saya tenang-tenang saja, bukan tidak ingin menghormati Presiden, tapi saya hanya berfikir bahwa mungkin inilah saat yang tepat bagi seorang kepala negara untuk tau lebih banyak tentang rakyatnya. Saya berkata kepada istri supaya melakukan hal-hal yang biasa dia lakukan setiap hari. Bangun pagi, membersihkan rumah dan menyiapkan makanan yang biasa kami makan dirumah. Asumsinya, ti
  • 10

    Oct

    MUI: Update Status Haram, Update Ilmu Wajib!

    Tentu saja ini berhubungan dengan Facebook, bukan update status dari lajang menjadi menikah atau dari menikah menjadi menikah lagi. Menurut MUI, walaupun ini baru sebatas wacana yang belum jelas tapi mungkin memang sudah saatnya kita mengoreksi kembali aktifitas yang selama ini kita lakukan yang berhubungan dengan Facebook. Teknologi, apa dan bagaimanapun bentuknya, idealnya tidak membuat manusia jauh dari Tuhan, tapi sebaliknya. Termasuk juga Facebook yang merupakan produk yang lahir dari rahim teknologi. (Sampai disini saya bingung, kenapa mau facebook-an saja harus bawa-bawa Tuhan?) MUI menambahkan bahwa pengalaman dan pengamatan yang mendalam menunjukkan kegiatan update status tidak banyak bermanfaat tapi jauh lebih banyak mudharat (kebalikan dari manfaat) nya. “Update statu
Prev -

Author

Follow Me