• 11

    Oct

    Saat Saya Ingin Memukuli PLN

    Ya, pernah ada saat dimana saya membayangkan seandainya PLN itu berwujud benda atau manusia yang ada di dekat saya maka saat itu juga akan saya banting, hancurkan atau pukuli sampai klenger. Ini bukan karena saya jumawa, bukan karena jagoan. Daftar kejahatan yang dilakukan PLN kepada saya, keluarga dan teman-teman saya sudah cukup banyak dan panjang. Jadi rasanya-rasanya pantas-pantas saja PLN saya pukuli. Sayangnya PLN itu bukan benda dan bukan pula satu manusia, tapi satu badan usaha yang di tangannya kekuasaan untuk menerangi atau menggelapkan lampu-lampu kami dipegang. Jadi mau tidak mau, terima tidak terima, nikmat tidak nikmat nyaris tidak ada pilihan selain PLN.  Kalau diibaratkan lagu maka ‘kamulah satu-satunya’ dari Dewa19. Tapi lain lagu lain pula PLN. Kalau li
  • 17

    Aug

    Merdeka atau Lebaran..!!

    Hari ini 17 Agustus harusnya menjadi salah satu hari penting untuk bangsa indonesia. Tepat 67 tahun yang lalu sang Proklamator membacakan teks proklamasi sebagai penanda sejarah baru bagi bangsa ini. Indonesia merdeka. Dan kemudian yang terjadi selanjutnya adalah riuh rendah pekik kemerdekaan di penjuru negri, sorak sorai kegembiraan seperti menyambut hari yang sangat ditunggu-tunggu, kemerdekaan! Saat itu sama seperti sekarang, hari jumat dan di bulan puasa di hari ke-9 (Bukan ke-17 seperti kebanyakan pendapat saat ini). Entah apakah di tengah lapar dan haus yang menghinggapi serta semangat setelah proklamasi rakyat Indonesia juga berfikir untuk mudik, membeli pakaian baru atau sekedar menyiapkan kue lebaran saat itu. Entahlah, tidak banyak yang saya bisa ketahui tentang suasana lebar
  • 14

    Aug

    Musuhnya Orang Mudik

    Tulisan ini terinspirasi dari sebuah rubrik tokoh animasi (Bang One) yang diselipkan di sebuah program berita salah satu TV swasta, dengan judul yang sama; Musuhnya Orang Mudik. Lebaran sebentar lagi. Dan salah satu tradisi yang membudaya di indonesia adalah kembalinya para perantau ke kampung halaman, mudik. Mudik menciptakan aliran manusia yang berlangsung secara masif, besar-besaran dalam waktu yang yaris bersamaan. Akibatnya jalan-jalan akan menjadi padat, korban kecelakaan meningkat, rumah-rumah banyak yang kosong, dan sebagainya dan sebagainya. Berikut adalah beberapa hal yang menjadi ‘musuh’ bagi para pemudik. Hal-hal ini, jika terjadi, dapat menyebabkan kerugian harta benda bahkan yang lebih fatal, kehilangan nyawa. Untuk mudahnya kita bagi menjadi dua. A. Musuh
  • 18

    May

    Cuti Bersama, Ngawur Bersama

    Di TV lagi seru-serunya berita tentang cuti bersama. Cuti bersama yang arti sebenarnya adalah meliburkan diri secara serentak walaupun kalender tidak menunjukkan tanggal merah alias seharusnya ini hari kerja. Persetan dengan hari kerja, cuti ya cuti, libur! Orang-orang butuh liburan dan hiburan. Maka berita selanjutnya adalah tentang kemacetan di jalan-jalan yang menjadi jalur menuju tempat-tempat liburan. Wajar, keputusan cuti bersama ini membuat akhir pekan menjadi panjang. Yang biasanya hanya libur di hari Sabtu-Minggu kini menjadi 4 hari, terhitung Kamis hingga Minggu. Maka jadilah ini menjadi semacam liburan bersama bagi mereka yang cuti bersama. Sayangnya.. Entah bagaimana ceritanya ini Indonesia. Yang dimaksud cuti bersama ini ternyata tidak benar-benar bersama. Yang menerima cuti
  • 4

    May

    Hidup Dari Masalah

    Saat anda membaca tulisan ini ada satu hal yang paling tidak harus anda syukuri terlepas dari apapun masalah anda hari ini; anda hidup. Oke, walaupun tidak semua manusia hidup dapat membaca ini, tapi yakinlah siapapun yang membaca ini pasti masih hidup dan tetap ingin bertahan hidup dengan cara apapun. Ya, ada banyak cara manusia mempertahankan hidup terlepas dari perbedaan definisi hidup itu sendiri bagi banyak manusia. Buat mereka-mereka yang menggantungkan hidupnya dari belas kasihan orang lain, hidup adalah saat mereka bisa mendapatkan makanan hari itu dan punya cukup tenaga untuk mengais rejeki esok harinya. Bagi yang lain, hidup adalah saat mereka bisa menikmati apa yang mereka dapatkan sekaligus memberi kepada yang memerlukan. Demikian adanya dengan manusia lain dalam mengartika
  • 19

    Apr

    PAIJO MERDEKA

    Siang itu Paijo keluar gerbang sekolah dengan sedikit membusungkan dada dan mengangkat kepala lebih tinggi dari biasanya, terutama tiga hari ini. Jika akhir-akhir ini pak satpam melihat paijo berjalan dengan sedikit lemas dan menunduk kepala, ini hari Paijo terlihat berbeda. Muka seadanya dengan hiasan jerawat dan tahi lalat salah tempat itu terlihat cerah dengan senyum yang diganteng-gantengin, mirip-mirip dengan senyum Mr Bean saat memamerkan kartu kredit pertamanya dulu. Paijo benar-benar terlihat lega dan jumawa dari luar, sementara di dalam hatinya dia merasa seperti pahlawan baru menang perang, dan saat itu dia benar-benar merasa ganteng, saudara-saudara! Alasannya Cuma satu, hari ini berakhir sudah beban beratnya selama ini. Beban yang selama tiga tahun ini berkumpul di satu kata b
  • 22

    Feb

    Ada-ada Saja Rasanya Cinta

    Cinta lagi cinta lagi, lagi lagi cinta. Sepertinya tidak akan habis kata untuk menuliskan kalimat yang berhubungan dengan cinta. Masih akan ada ribuan, mungkin jutaan cerita cinta yang akan ditulis. Lagu-lagu cinta pun sama, setiap hari akan tercipta dengan lirik dan syair yang baru. Walaupun makna kebanyakan dari cerita dan lagu tadi sangat sempit. Ya, hanya tentang cinta dua anak manusia saja. Padahal cinta, adalah rasa yang sangat universal. Berbicara tentang rasa, sebenarnya bagaimanakah rasanya cinta? Berikut beberapa rasa cinta yang berhasil saya kumpulkan dan ingat-ingat untuk saat ini. 1. Cinta rasa indah Untuk orang yang sedang jatuh cinta atau orang yang baru saja jadian, maka cinta akan terasa sangat indah. Aura cinta dalam dirinya bahkan bisa membuat sesuatu yang tidak in
  • 10

    Feb

    Lebih Dekat Dengan Kematian

    Menjelang malam kemarin, seorang teman menulis sesuatu di beranda facebooknya. Sebuah berita duka, kabar tentang meninggalnya sahabat yang tinggal di tempat yang jauh. Tidak cukup sampai disitu, teman saya ini menulis sebuah puisi perpisahan untuk sahabatnya tersebut, di sebuah komunitas tulis menulis. Saya seperti biasa, tidak terlalu tertarik dengan puisi. Yang membuat saya tertarik justru tautan ke beranda orang yang baru saja meninggal tersebut. Segera saya pergi ke alamat dimaksud dan mulai melihat-lihat. Seorang laki-laki muda dan gagah 30an tahun dengan senyum yang sangat ceria, didampingi seorang istri yang cantik dan anak laki-laki yang masih balita. Satu per satu ucapan bela sungkawa bermunculan di berandanya yang memang tidak terkunci. Sebuah kematian yang dianggap tiba-tib
  • 3

    Jan

    2012 dan Ketakutan-Ketakutan

    Menyambut tahun baru 2012 ini, ada hal berbeda yang saya rasakan. Bisa jadi karena saya tidak berkesempatan melakukan liburan akhir tahun atau karena sebab lain. Di gegap gempitanya selebrasi pergantian tahun, entah mengapa saya seperti seorang outsider yang memandang dari luar saja, tanpa ada niat dan minat untuk terlibat. Tidak ada rasa lega ketika waktu telah mengubur 2011 di ranah sejarah dan membawa saya ke 2012. Adakah yang aneh dengan saya? Entahlah. Tapi ada beberapa hal yang membuat saya mengoreksi jalan fikiran saya yang tahun-tahun kemarin ikut memeriahkan pergantian tahun. Bagian mana yang harus saya rayakan? Di 2011 rasanya semua apa yang saya rencanakan bisa berjalan dengan baik, hanya sedikit saja cita-cita yang belum tercapai, sedikit, sedikit sekali. Mungkin ‘h
  • 20

    Nov

    Presiden ke Rumah Kami

    Entah mimpi apa tiba-tiba kami mendapat kabar bahwa besok Presiden akan berkunjung ke rumah. Istri saya kaget bukan kepalang dan sedikit bingung saat mendengar kabar itu, tapi saya sebaliknya, tenang-tenang saja. Apalagi intruksi dari kecamatan mengatakan bahwa ini kunjungan rahasia, kunjungan yang tidak boleh diketahui orang-orang tidak penting dan tidak berkepentingan seperti misalnya tetangga-tetangga saya. Saya tenang-tenang saja, bukan tidak ingin menghormati Presiden, tapi saya hanya berfikir bahwa mungkin inilah saat yang tepat bagi seorang kepala negara untuk tau lebih banyak tentang rakyatnya. Saya berkata kepada istri supaya melakukan hal-hal yang biasa dia lakukan setiap hari. Bangun pagi, membersihkan rumah dan menyiapkan makanan yang biasa kami makan dirumah. Asumsinya, ti

Author

Follow Me